Page 4 - USABA EMPING
P. 4

Pada hari pengebek itu juga disertai dengan                    Untuk  hari  ketiga  ada  pemlayagan,  yaitu
       Ida  Bhatara  yang  mabiasa.  Diprosesi  Bhatara         prosesi  dimana  dilakukannya  persembahyangan
       Mebiasa  ini  adalah  prosesi  yang  sangat  sakral      sebagaimana  mestinya.  Dilanjutkan  dengan  tari
       karena  pada  saat  ini  Ida  Bhatara  akan  mabiasa     pendet,  mabuwang,  meperani  dan  Ida  Bhatara
       yang  terdiri  dari  6  jempana  dimana  jempana  ini    Mebiasa.  Bedanya  pada  saat  meperani  yang
       merupakan  istana  dari  Ida  bhatara/bhatari  yang      dihaturkan adalah ajang Blayag. Begitu juga saat

       dipuja  di  Pura  Puseh  Abiantihing.  6  jempana        Ida Bhatara Mebiasa yang diaturkan krama juga
       tersebut  terdiri  dari  2  jempana  di  Pura  Dalem     Blayag.
       dan 4 jempana di Pura Puseh.

















                        Foto Ida Bhatara Mebiasa                            Foto Pemelayagan Usaba Emping
          (foto bersumber dari media sosial krama Adat Abiantihing)  (foto bersumber dari media sosial krama Adat Abiantihing)



                  Pada  prosesi  Ida  Betara  Mebiasa  ini  juga            Di  hari  terakhir,  yaitu  panyineb  Aci  Usaba

        disertai  dengan  pemedek  sane  ngayah  ring  Ida      Emping       ini    yang      di     laksanakannya
        Betara.                                                 persembahyangan  Aci  penyineb.  Ida  Bhetara
                                                                Mesucian ring telaga Tista.
                                                                       Aci Usabe Emping tidak hanya sebuah ritual
                                                                keagamaan saja tetapi juga sebagai media untuk

                                                                membentuk       karakter    yang     positif   dalam
                                                                bermasyarakat.  Ini    menjadi  media  untuk
                                                                menyatukan  Krama  Banjar  dan  generasi  muda
                                                                agar membangun kerja sama, bisa saling bahu-
                                                                membahu antara Krama Banjar dengan generasi
                                                                muda.  Harapannya    terbentuk  keharmonisan  di
                                                                  masyarakat  dan  dianugrahi  keselamatan  dan
                                                                kemakmuran oleh Ida Shang Hyang Widhi Wasa.
                        Foto Pemedek Sane Ngayah
          (foto bersumber dari media sosial krama Adat Abiantihing)





               "Aku tidak mengatakan, bahwa aku menciptakan Pancasila. Apa yang kukerjakan

               hanyalah menggali jauh ke dalam bumi kami, tradisi-tradisi kami sendiri, dan aku

                                    menemukan lima butir mutiara yang indah."


                                                         Soekarno

                                                            Ditulis Oleh:
                          Ni Wayan Ratna Sri Sanjiwani (33); Ni Kadek Dyah Laksmi Satyawati (20); I Kadek Merta Jaya (06) ;
                                             I Kadek Bayu Widiarta (05) ; I Nyoman Weda (12)

        SMAN 1 Bebandem                                                                                                                                                                            Proyek Penggalian Warisan Budaya
   1   2   3   4