Page 2 - USABA EMPING
P. 2
Salah satu upacara yang sangat menarik Hari pertama yaitu pamedal, dihari pertama
untuk diulas lebih jauh adalah Usaba Emping ini dilakukan menyambut Ida bhatara, menghias
yaitu usaba yg dilaksanakan di pura Puseh Ida Bhatara dan setelah prosesi mendak, maka
Banjar Adat Abiantihing. Pura Puseh Banjar Adat Ida Bhatara akan bisa diistanankan di
Abiantihing berada di Banjar Dinas Abiantihing pemanggungan yang berada di Pura Puseh
Kaja. Untuk mengetahui lebih banyak tentang Abiantihing. Pada Usaba ini yang di haruskan
usaba Emping penulis melakukan wawancara hadir adalah pengemong dan juga masyarakat.
dengan kelian Banjar Adat Abiantihing, I Wayan
Sadia.
Foto Pemedal Usaba Emping
(foto bersumber dari media sosial krama Adat Abiantihing)
Foto Wawancara Bersama Kelian Banjar Adat Abiantihing
(foto bersumber dari koleksi Pribadi Penulis)
Hari kedua yaitu pangebek, dihari kedua ini
dilakukan prosesi menghaturkan sesaji
Usaba Emping ini dilaksanakan sebagai sebagaimana mestinya dan tari Pendet yang
ungkapan rasa syukur masyarakat terhadap Ida hanya ditarikan oleh laki-laki, tarian ini bermakna
Shang Hyang Widhi terhadap apa yg sudah sebagai persembahan bunga kepada
diberikannya pada masyarakat. Menurut Bapak I Dewata/dewati yg beristana (melinggih) dipura
Wayan Sadia selaku keliang Banjar Abiantihing ini dan agar para Dewata/Dewati memberikan
mengatakan bahwa "Usaba ini memang sudah keselamatan dan kesuburan. Biasanya tarian ini
ada sejak dahulu sehingga kami hanya tinggal akan membawa Dulang yang berisi bunga-bunga
melanjutkan saja". Dimana konsep Usaba lalu akan ditarikan oleh para laki-laki
Emping ini juga mengandung ajaran Tri Hita
Karana yaitu hubungan manusia dengan tuhan,
hubungan manusia dengan lingkungan dan
hubungan manusia dengan manusia agar ketiga
hal ini bisa tetap harmonis.
Usaba Emping yang dilaksanakan 1 tahun
sekali yaitu yang dilaksanakan setiap Purnama
Sasih Kasa. Upacara ini berlangsung selama 3
hari dan ditiap hari itu ada prosesi yg namanya
pamedal, pangebek, pemlayagan, dan yang
terakhir yaitu panyineb. Foto Tari Pendet
(foto bersumber dari media sosial krama Adat Abiantihing)
"Di tanah kita agama dan tradisi saling memberi arti, membuka peluang untuk
saling menghargai."
Najwa Shihab
SMAN 1 Bebandem Proyek Penggalian Warisan Budaya

